kham — pelajar kelas 11, fokus bikin bot & AI agent yang jalan 24 jam di VPS: Telegram, WhatsApp, sampai agent yang hidup di Termux.
// backend · automation · AI agent
Backend developer, 17 tahun, masih sekolah kelas 11. Fokus utama di pengembangan bot dan AI agent: dari agent yang bisa mikir dan generate file lewat Telegram, sampai bot yang jagain VPS 24 jam nonstop.
Sebagian besar waktu ngoding dihabiskan buat ngulik LLM (Groq, OpenRouter), deploy ke VPS, dan bikin dashboard buat mantau semuanya real-time.
Di luar itu: tidur. Serius, itu satu-satunya hobi yang paling sering kalah lawan deadline.
Bot Telegram agent serba bisa — tanya jawab, coding, sampai generate file (PDF, DOCX, XLSX, ZIP, gambar). Pakai LangGraph (ReAct) dengan fallback otomatis antar provider LLM, plus dashboard web real-time buat mantau aktivitas bot.
Bot Telegram buat monitoring & automation VPS — histori metrik, alert custom threshold, auto-restart proses yang down, kontrol multi-VPS dalam satu bot, sampai jalanin file (.js/.py/.sh) langsung dari chat dengan konfirmasi PIN.
Bot WhatsApp multi-device berbasis Baileys dengan segudang fitur: downloader media, edit gambar/sticker, pencarian YouTube, sampai perintah grup — dibangun di atas arsitektur event-based yang ringan buat jalan lama di VPS.
AI agent multifungsi yang jalan langsung di Termux (Android) — terima perintah teks/suara, eksekusi tugas nyata di HP, mode otonom multi-step, dan dashboard status real-time buat mantau CPU/RAM/baterai/suhu.
Repo Github masih private, jadi cara paling gampang buat menghubungi lewat email di samping. Biasanya balas cukup cepat — di sela-sela nungguin deploy selesai.